DaerahKalimantan Timur

DLH Samarinda Pastikan Pengangkutan Sampah Tetap Berjalan Selama Ramadan

×

DLH Samarinda Pastikan Pengangkutan Sampah Tetap Berjalan Selama Ramadan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi : Petugas mengangkut sampah di TPS Samarinda.

Beritanusantara.co, Samarinda – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda tetap memastikan pengangkutan sampah tetap berjalan selama bulan Ramadhan. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap peningkatan volume sampah yang biasanya terjadi menjelang Idul Fitri.  

Kepala DLH melalui Boy Leonardo Sianipar selaku Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3, di Samarinda, Selasa (18/3), mengatakan bahwa durasi pengangkutan sampah di setiap wilayah bervariasi tergantung pada jumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan tingkat produksi sampah masyarakat.  

“Semisal, di Samarinda Kota hanya ada empat TPS, sementara di Samarinda Ulu terdapat 16 TPS. Sehingga di Samarinda Ulu pengangkutan bisa dilakukan hingga empat shift dalam sehari, dengan durasi per shift sekitar enam jam,” ucapnya.

Menurutnya, di beberapa wilayah seperti Kecamatan Sungai Kunjang dan Samarinda Kota, sistem pengangkutan bahkan berjalan 24 jam, di mana setiap enam jam sekali ada petugas yang bertugas mengangkut sampah.  

“Untuk di Samarinda Ulu durasinya bisa 4 shift. Tiap shiftnya itu per 6 jam dalam 24 jam. Sedangkan di Kecamatan Samarinda Kota sendiri kita lihat kecenderungannya, mungkin hanya 2 atau 3 shift saja yang berjalan. Sementara di Sungai Kunjang itu 24 jam,” ungkapnya.

Terkait Ramadhan, DLH memastikan tidak ada perubahan signifikan dalam sistem pengangkutan, namun jumlah petugas bisa ditambah jika diperlukan. 

“Kalau sebelumnya yang bergerak 24 jam itu hanya 20 petugas, maka bisa ditingkatkan menjadi 30 dengan sistem lembur,” jelasnya.  

Lanjutnya, bahwa lonjakan sampah biasanya terjadi secara bertahap. Pada minggu pertama Ramadhan, peningkatan volume sampah belum terlalu signifikan, tetapi menjelang akhir bulan puasa dan Idul Fitri, jumlahnya bisa melonjak hingga 30 persen dari rata-rata harian 600 ton.  

“Peningkatan ini sudah menjadi kebiasaan tahunan. Biasanya, setelah H+5 Lebaran, volume sampah mulai melandai lagi. Namun, ada peningkatan yang bersifat permanen karena jumlah penduduk juga terus bertambah, terutama dari warga yang menetap di Samarinda setelah mudik Lebaran,” paparnya.(H/BN)

Example 300250