DaerahKalimantan Timur

DPRD Kaltim Soroti Dampak Dari Pertamax Oplosan

×

DPRD Kaltim Soroti Dampak Dari Pertamax Oplosan

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi.

Beritanusantara.co, Samarimda – Belakangan ini hangat diperbincangkan masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya Kota Samarinda, mengenai kendaraan yang mengalami kerusakan pasca mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax.

Baik kendaraan roda dua maupun roda empat di Samarinda, mengalami mogok dan harus masuk bengkel. Hal itu diduga kuat setelah pemilik kendaraan mengisi pertamax di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi mengatakan, momentum menjelang Lebaran 2025, masyarakat dibuat kecewa.

Ia juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya keluhan masyarakat terkait dugaan praktik pencampuran BBM di sejumlah SPBU khususnya di Samarinda.

“Keluhan ini serius karena berdampak pada kerusakan mesin kendaraan dan berpotensi membahayakan keselamatan pengendara. Belakangan banyak laporan dari masyarakat di berbagai wilayah yang mengeluhkan kualitas Pertalite dan Pertamax tidak seperti biasanya,” ucapnya di Samarinda, Selasa (1/4/2025). 

Akibatnya, mulai dari mesin tersendat, konsumsi bahan bakar lebih boros, hingga kerusakan komponen mesin yang membutuhkan perbaikan mahal.

Dugaan praktik pengoplosan bahan bakar ini menurutnya merupakan kejahatan yang merugikan masyarakat dan harus ditindak tegas. 

“Saya berharap Pertamina untuk segera melakukan, pemeriksaan mendadak di SPBU-SPBU yang dicurigai, pengujian laboratorium terhadap sampel BBM, pengetatan pengawasan distribusi dan sanksi tegas bagi pelaku,” tegasnya.(H/BN)

Example 300250