Beritanusantara.co, Samarinda – Front Office Supervisor di ICON City Hotel Samarinda Gio, menyampaikan bahwa konsep iftar tersebut dirancang untuk menghadirkan ragam hidangan khas Indonesia yang akrab di lidah masyarakat Samarinda.
“Tema Rasa Nusantara ini kami hadirkan untuk menyajikan makanan dan hidangan khas Indonesia yang cocok dengan lidah masyarakat Samarinda. Karena ini iftar pertama kami, tentu kami ingin memberikan yang terbaik,” ujar Gio yang juga sebagai perwakilan manajemen Haven.
Ia menjelaskan, secara menu memang tidak jauh berbeda dengan hotel lain, namun Hotel Ikon menonjolkan pengalaman suasana.
“Pembeda kami ada pada ambience. Tamu bisa menikmati makanan Indonesia sambil merasakan suasana estetik khas Haven,” jelasnya.
Dari sisi pasar, Haven membuka diri untuk masyarakat umum, namun fokus utama tetap pada segmen muda.
“Target kami masyarakat luas, tapi memang lebih mengarah ke anak muda dan Gen Z, terutama yang suka foto-foto estetik sambil berbuka,” tambahnya.
Untuk memperluas jangkauan promosi, pihak hotel juga menggandeng sejumlah influencer lokal.
“Kami menggandeng influencer yang sudah punya nama di Samarinda, juga influencer kecil untuk ikut meramaikan promo buka puasa ini,” ungkapnya.
Selain sajian buffet yang berganti setiap hari, Haven menyiapkan berbagai aktivitas pendukung seperti kuis dan doorprize harian berupa goodie bag, botol minum, hingga voucher. Setiap reservasi paket juga mendapatkan kupon undian grand prize di akhir Ramadan.
“Grand prize kami berupa voucher kamar dan sepeda listrik. Harapannya ini bisa semakin menarik minat masyarakat untuk berbuka di sini,” jelasnya.
Harga paket iftar dipatok mulai Rp178.000 per pax, termasuk kesempatan mengikuti undian. Untuk tamu yang menginginkan suasana lebih privat, tersedia opsi ruang VIP di meeting room Sora.
Beberapa menu andalan yang menjadi favorit di antaranya empal gepuk dan udang saus Padang, disertai berbagai hidangan nusantara seperti nasi jagung, gangan waluh, dan nasi bakar.
Ia mengakui, Ramadan menjadi periode menantang bagi industri perhotelan karena okupansi kamar cenderung menurun. Karena itu, program iftar diharapkan mampu menopang pendapatan hotel.
“Biasanya okupansi kamar turun saat Ramadan, jadi kami harus jor-joran di penjualan buka puasa. Semoga program ini membawa keberkahan dan meningkatkan revenue hotel,” pungkasnya. (*)














