Beritanusantara.co, Samarinda – Terdapat adanya aktivitas ilegal di kawasan hutan milik Universitas Mulawarman (Unmul) di area Kebun Raya. Kegiatan ilegal itu tersebut melibatkan alat berat dan dilaksanakan saat suasana libur Lebaran.
Dosen Fakultas Kehutanan Unmul, Rustam, saat ditemui pada Senin (7/4).
“Sejak hari Sabtu (5/4). Luas area yang sudah dibuka sekitar 3,2 hektare. Pelakunya dari Koperasi Putra Mahakam Mandiri,” ucapnya.
Menurutnya, ini bukan kali pertama kawasan hutan kampus Unmul tersebut dijarah. Aktivitas serupa telah terjadi sebelumnya dan bahkan sudah dilaporkan ke Gakkum LHK (Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan) sejak 13 Agustus 2024.
Namun, laporan tersebut hingga kini belum membuahkan tindakan tegas.
“Sudah dilaporkan sejak Agustus lalu, tapi tidak ada tindak lanjut. Saat libur Lebaran kemarin mereka justru masuk lagi ke lokasi,” jelasnya.
Pihak kampus juga telah menerbangkan drone untuk mendokumentasikan kegiatan ilegal tersebut. Dari hasil pantauan udara, teridentifikasi lima unit excavator beroperasi di dalam kawasan hutan pendidikan Unmul itu.
Lanjutnya, bahwa saat ini aktivitas alat berat sudah berhenti. Tidak ada pekerja tambang ilegal di lokasi.
“Mereka sudah tidak ada di lokasi, sekarang bersih,” pungkasnya.(H/BN)














