Beritanusantara.co, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memberikan perhatian serius terhadap keselamatan warga akibat aktivitas angkutan tambang di jalan umum, khususnya di wilayah Muara Kate, Kabupaten Paser.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Bambang Arwanto, menyatakan bahwa pemerintah daerah merespons cepat keresahan masyarakat yang meningkat akibat lalu lintas truk batu bara yang melintasi permukiman warga. “Kami aktif melakukan koordinasi lintas sektor untuk mencari solusi konkret. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi menyangkut nyawa masyarakat,” kata Bambang di Samarinda, Senin (16/6).
Muara Kate, daerah perbatasan Kaltim dan Kalimantan Selatan, menjadi titik krusial karena kerap terjadi kemacetan, polusi, serta kecelakaan lalu lintas. Ketegangan memuncak setelah insiden tragis pada awal 2025 ketika seorang warga meninggal dunia akibat kecelakaan yang melibatkan truk tambang. Pelaku kecelakaan telah divonis tiga tahun penjara oleh pengadilan, setelah penyelidikan dilakukan oleh Polda Kaltim.
“Tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa aktivitas tambang harus ditata ulang demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.” tambahnya.
Rapat koordinasi terbaru yang digelar di Kantor Bupati Paser dipimpin oleh Wakil Gubernur Kaltim dan melibatkan Kapolda Kaltim, Pangdam VI/Mulawarman, Setwapres RI, serta perwakilan Kementerian ESDM. Tokoh masyarakat dan pelaku usaha juga hadir menyampaikan aspirasi.
Kesepakatan awal adalah melanjutkan pertemuan lanjutan di Jakarta yang akan mempertemukan pemerintah pusat, daerah, pelaku industri, dan masyarakat terdampak.
“Kami ingin kebijakan yang adil: ekonomi tetap bergerak, tapi masyarakat harus selamat,” pungkas Bambang. (h/bn)














