Beritanusantara.co, Samarinda – Puri Senyiur Hotel Samarinda menghadirkan konsep berbuka puasa bertajuk “Lentera Ramadan” pada Ramadan tahun ini. Konsep tersebut memadukan nuansa Ramadan dengan elemen dekorasi lampion yang terinspirasi dari perayaan Imlek.
Asisten F&B Manager Puri Senyiur Hotel Samarinda, Muhammad Rizky, mengatakan konsep tersebut dipilih karena momen Ramadan tahun ini berdekatan dengan perayaan Imlek sehingga menghadirkan nuansa yang unik.
“Tema kita tahun ini adalah Lentera Ramadan. Konsep ini diambil karena pada Februari lalu berdekatan dengan Imlek dan Ramadan, jadi kita mencoba menggabungkan nuansa keduanya. Makanya dekorasi lampion masih kita gunakan untuk memberikan suasana yang berbeda,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perbedaan utama paket iftar di hotel tersebut dengan hotel lain di Samarinda terletak pada variasi makanan yang disajikan kepada para tamu.
“Kalau dari konsep mungkin hampir sama dengan hotel lain, tetapi yang paling kita tonjolkan adalah makanannya. Kita menyediakan sangat banyak pilihan menu mulai dari kue tradisional, kue modern, aneka gorengan, sup, hingga live cooking dan berbagai stall makanan,” jelas Rizky.
Menurutnya, banyaknya pilihan menu tersebut memang dirancang agar tamu memiliki banyak pilihan saat berbuka puasa.
“Kita ingin tamu yang datang justru bingung memilih karena banyaknya makanan. Jadi mereka bisa mencoba berbagai menu yang tersedia,” katanya.
Untuk menu yang disajikan, Rizky menyebut jumlahnya mencapai ratusan dengan beberapa menu andalan yang cukup diminati oleh para tamu.
“Total menu kita sampai ratusan. Untuk menu favorit tamu saat ini adalah Coto Makassar dan kambing guling. Dua menu ini banyak mendapat komentar positif dari para tamu,” ungkapnya.
Paket iftar di Puri Senyiur Hotel saat ini dibanderol dengan harga Rp200 ribu per orang, setelah sebelumnya pada masa early bird ditawarkan dengan harga Rp180 ribu.
“Harga normal sekarang Rp200 ribu per pax. Pertimbangannya karena kita memperbanyak pilihan menu, mulai dari minuman, sup yang ada tiga jenis, nasi briyani, gado-gado, hingga berbagai menu di live cooking seperti kebab, pempek, dan lainnya,” jelasnya.
Paket berbuka puasa tersebut menargetkan berbagai kalangan, terutama keluarga dan generasi muda yang menyukai suasana estetis untuk bersantai maupun berfoto.
“Target kita sebenarnya keluarga dan Gen Z. Karena konsepnya juga bernuansa kekeluargaan dan estetik, jadi cocok untuk berkumpul dan mengambil foto,” tambahnya.
Selain menghadirkan menu yang beragam, pihak hotel juga bekerja sama dengan influencer serta media lokal untuk mempromosikan program berbuka puasa tersebut.
“Kemarin kita mengundang sekitar empat influencer, dan sebelumnya juga sudah bekerja sama dengan media lokal seperti Kaltim Post dan Borneo untuk publikasi,” katanya.
Tak hanya berbuka puasa, Puri Senyiur Hotel juga menghadirkan program Semarak Ramadan, yaitu kegiatan buka puasa bersama yang disertai tausiah singkat dari ulama.
“Semarak Ramadan ini sudah yang ketiga kalinya diadakan. Kegiatannya ada tausiah sekitar 15 menit sebelum berbuka puasa bersama,” ujarnya.
Rizky menambahkan, kapasitas tamu berbuka puasa di hotel tersebut bisa mencapai sekitar 300 orang per hari. Pihak hotel juga memastikan seluruh makanan yang tersedia akan terus diisi ulang agar tamu tetap dapat menikmati menu yang tersedia.
“Kalau makanan habis pasti kita refill. Memang kadang cepat habis di awal karena tamu mengambil banyak pilihan sekaligus, tapi tetap kita isi ulang,” jelasnya.
Ia berharap masyarakat dapat merasakan pengalaman berbuka puasa yang berbeda dengan suasana yang nyaman dan fasilitas yang lengkap.
“Berbuka puasa di hotel tentu memberikan sensasi berbeda. Tempatnya luas, bisa menampung banyak orang, tersedia musala yang dekat dengan restoran, serta area parkir yang luas untuk tamu,” tutup Rizky. (*)














