Beritanusantara.co, Samarinda – Sekolah Rakyat merupakan pembangunan proyek prioritas nasional yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto segera hadir di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), tak terkecuali Kota Samarinda yang sudah dipastikan lolos seleksi lokasi
Menjadi salah satu program prioritas yang berupaya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan memutus rantai kemiskinan, pemerintah menargetkan akan membangun sekitar 200 Sekolah Rakyat untuk masyarakat kurang mampu dan miskin.
Adapun sekolah ini berkonsep boarding school atau asrama dan dipersiapkan untuk beberapa jenjang, mulai dari SD, SMP hingga SMA. 200 Sekolah Rakyat dapat dibangun setiap tahunnya sehingga Indonesia akan memiliki sekolah berasrama di tiap kabupaten dalam lima tahun ke depan. Setiap sekolah pun ditargetkan menampung sekitar 1.000 murid.
Sebagai informasi, program ini sepenuhnya didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sementara, pemerintah daerah berperan dalam menentukan lokasi, merekrut siswa serta menyiapkan tenaga pendidik dan kependidikan.
Di Kaltim sendiri, terdapat empat wilayah yang diusulkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Lokasi tersebut mencakup lahan di Tenggarong (Kabupaten Kutai Kartanegara), lahan milik Pemkab Kukar, lahan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) serta lahan milik Pemkot Samarinda.
Wali Kota Samarinda Andi Harun di Samarinda, Kamis (3/4), mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima surat dari Menteri Sosial (Mensos) RI terkait program tersebut.
Dalam hal ini, pemerintah daerah yang ingin memiliki Sekolah Rakyat harus menyediakan lahan dengan luas sekitar 5 hingga 7 hektare.
“Setelah menerima surat tersebut, kami langsung menggelar rapat koordinasi dan memerintahkan BPKAD serta Disdikbud untuk segera menyiapkan lahan beserta syarat-syarat yang harus dipenuhi,” ucapnya.
Diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda telah menyiapkan lahan di kawasan Palaran, tepatnya di sekitar Stadion Palaran. Menurutnya, stadion tersebut berdiri di atas tanah milik Pemkot dan masih memiliki lahan kosong sekitar 20 hingga 30 hektare di sekitarnya.
Selain itu, lahan Sekolah Keberbakatan Olahraga Indonesia (SKOI) yang berada di area tersebut juga merupakan aset Pemkot.
“Kawasan ini cukup besar dan strategis sehingga lolos verifikasi sebagai lokasi Sekolah Rakyat di Samarinda. Setelah Lebaran, sekitar 11 April, tim dari Jakarta akan datang,” tuturnya.(H/BN)














