SAMARINDA – Gubernur Kaltim Isran Noor memaparkan keberhasilan Pemprov Kaltim selama 2022, ketika rapat paripurna dalam rangka Peringatan HUT Kaltim ke 66 Tahun 2022. Optimisme dia paparkan, meskipun 2023 banyak diprediksi ekonomi dunia tak bagus.
“Tahun 2023 ini diprediksi oleh sebagian pengamat ekonomi sebagai Tahun yang Gelap Gulita di bawah bayang-bayang krisis global yang belum mereda. Terhadap prediksi ini kita tidak boleh takut dan pesimistis, Tetapi harus berani dan optimistis menjwab tantangan masa depan,” kata Isran dalam sambutannya.
Dia juga memaparkan, selama 2022 Kaltim mampu bertahan di masa Pandemi Covid-19 dan berhasil meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 77,44 atau naik 0,56 poin dibanding IPM 2021 sebesar 76.88 atau berada di peringkat ketiga Nasional. Kaltim mampu menekan inflasi dan menaikkan pertumbuhan ekonomi hingga 3,11 persen, meningkatkan ekspor dan investasi, mampu menaikkan penghasilan daerah dari Pajak Kendaraan Bermotor, dan lain-lain.
“Sehingga APBD Kaltim pada tahun 2023 mencapai angka pantastis Rp17,2 triliun, dan dengan total APBD-P diprediiksi bisa mencapai Rp 20 triliun,” sambungnya.
Sebab, di 2023 ini Kaltim juga mulai mendapatkan DBH Sawit hasil perjuangan menuntut hak ke pemerintah pusat. Juga insentif kompensasi Penurunan Emisi Karbon sebesar 110 juta dolar AS dari Bank Dunia. Nantinya, dana karbon ini akan dikelola 70 persen oleh pemerintah pusat dan 30 persen dikelola Kaltim. Maka dari itu, optimisme dipaparkan Isran Noor menapaki 2023. Sebab, Kaltim punya potensi dan kans untuk memajukan perekonomian dan pembangunannya.














