Kalimantan TimurPendidikanSamarinda

Sidak Komisi IV DPRD Kaltim ke SMAN 10 Samarinda Temukan Persoalan Gizi, Asrama, hingga Tata Kelola Sekolah

×

Sidak Komisi IV DPRD Kaltim ke SMAN 10 Samarinda Temukan Persoalan Gizi, Asrama, hingga Tata Kelola Sekolah

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Syahariah Mas’ud

Beritanusantara.co, Samarinda – Komisi IV DPRD Kalimantan Timur menemukan sejumlah catatan penting terkait layanan pendidikan dan asrama saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMAN 10 Samarinda, Senin (9/2/2026).

Mulai dari kualitas menu makanan siswa, keterbatasan fasilitas asrama, hingga tata kelola sekolah menjadi perhatian dewan.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Syahariah Mas’ud, mengatakan pemenuhan gizi bagi siswa asrama belum sepenuhnya mendukung kebutuhan fisik dan daya pikir peserta didik.

Meski jumlah waktu makan dinilai cukup, komposisi menu dianggap masih perlu ditingkatkan.

“Anak-anak ini belajar dan tinggal di asrama. Mereka butuh asupan makanan yang benar-benar menunjang kesehatan dan daya pikir. Menunya masih perlu diperbaiki, termasuk tambahan susu,” ujarnya.

Selain soal konsumsi, Komisi IV juga mencatat keterbatasan fasilitas penunjang di asrama. Beberapa lampu penerangan dan pendingin ruangan tidak berfungsi optimal akibat daya listrik yang belum mencukupi.

“Kami temukan lampu mati dan AC tidak bisa menyala bersamaan. Ini karena keterbatasan daya listrik, dan tentu harus segera dicarikan solusinya agar aktivitas siswa tidak terganggu,” jelas Syahariah.

Ia juga menegaskan bahwa dunia pendidikan tidak boleh diwarnai perbedaan perlakuan terhadap siswa, terutama terkait administrasi yang berimplikasi pada fasilitas maupun konsumsi.

“Kalau ada perbedaan layanan karena faktor administrasi, itu tidak dibenarkan. Pendidikan harus adil dan setara untuk semua siswa,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Haji Baba, memastikan bahwa dari hasil peninjauan langsung tidak ditemukan perbedaan menu makanan antar siswa. Seluruh penghuni asrama menerima menu yang sama.

“Menunya sama semua, tidak ada perbedaan. Tapi dari sisi kualitas, ini memang masih sangat minim dan perlu dievaluasi,” katanya.

Baba juga menjelaskan bahwa gangguan air bersih di sekolah terjadi akibat proses pemeliharaan, sementara kendala listrik masih menunggu penambahan daya agar fasilitas dapat berfungsi maksimal.

Melihat jumlah siswa asrama yang cukup besar, Komisi IV DPRD Kaltim mendorong agar SMAN 10 Samarinda dapat diusulkan menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna meningkatkan kualitas nutrisi peserta didik.

“Kita harapkan sekolah ini bisa masuk usulan MBG, supaya kebutuhan gizi siswa lebih terjamin,” pungkas Baba.

Komisi IV DPRD Kaltim menegaskan akan menindaklanjuti temuan sidak tersebut dengan berkoordinasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur, guna memastikan perbaikan layanan pendidikan dan kesejahteraan siswa dapat segera direalisasikan.

Example 300250